• Makam Baqi’
Di sebelah Timur dari masjid Nabawi ada pemakaman untuk para penduduk maupun jamaah haji yang meninggal di Madinah, bernama Baqi’. Di tempat itu pula dimakamkan Utsman bin Affan Ra dan para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, yaitu Siti Aisyah Ra, Ummi Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti Umar bin Khaththab, dan Mariyah Al Qibtiyah Ra. Putra-putri Rasulullah Saw seperti Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab binti Ummu Kulsum, serta beberapa sahabat Nabi Saw juga dimakamkan di sana.
• Masjid Quba
Masjid yang terletak di daerah Quba, sekitar 5 km sebelah barat daya Madinah. Waktu Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam hijrah ke Madinah, orang pertama yang menyongsong kedatangan Rasulullah adalah orang-orang Quba. Kedatangan Nabi di Quba pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau atau bertepatan dengan tanggal 20 September 622 M. Di sini Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam menempati rumah Kalsum bin Hadam, maka Rasulullah pun mendirikan masjid di atas sebidang tanah milik Kalsum. Di masjid ini pula pertama kali diadakan shalat berjemaah secara terang-terangan dan disebut kan dalam Al-Qur’an dengan nama masjid Taqwa.
• Jabal Uhud
Jabbal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya sekitar 5km dari pusat kota Madinah. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dasyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada,antara lain Hamzah bin Abdul Munthalib paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam. Perang uhud terjadi pada tahun ke 3H, waktu kaum musyrikin Makkah sampai di perbatasan Madinah, umat Islam mengadakan musyawarah bersama para sahabat yang dipimpin oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam. Banyak para sahabat mengusulkan agar umat Islam menyosong kedatangan musuh di luar kota Madinah, usul ini akhirnya disetujui oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam. Beberapa orang pemanah ditempatkan di atas gunung Uhud,untuk mengadakan serangan-serangan jika kaum musyrikin mulai menggempur kedudukan umat Islam.
Dalam perang yang dasyat tersebut umat Islam hampir mendapat kemenangan yang gemilang, pasukan pemanah umat Islam yang berada di atas gunung Uhud, setelah melihat barang-barang yang ditinggalkan oleh musuh ada beberapa di antara mereka yang meninggalkan pos untuk turut mengambil barang-barang tersebut, padahal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan pos meski apapun yang terjadi. Adanya pengosongan pos oleh pemanah tersebut digunakan oleh Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) seorang ahli strategi yang memimpin tentara berkuda, menggerakkan tentaranya kembali guna menyerang sehingga umat Islam mengalami kekalahan yang tidak sedikit yaitu sampai 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. setelah perang usai dan kaum musyrikin mengndurkan diri kembali ke Makkah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalla memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh,sehingga ada satu liang kubur beberapa syuhada. Kuburan uhud waktu sekarang dikelilingi tembok.
• Masjid Qiblatain
Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Pada tahun ke 2 H waktu Zhuhur di masjid tersebut tiba-tiba turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144. Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah Saw menghadap ke arah Masjidil Aqsa, tetapi setelah turun ayat tersebut, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya masjid ini diberi nama masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.
• Khandak/Masjid Khamsah
Khandak berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandak adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya dari Yahudi Bani Nadlir, Bani Ghathfan dan lain-lainnya. Di saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mendengar kafir Quraisy bersama sekutu-sukutunya akan menggempur kota Madinah, maka Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya, bagaimana cara menanggulangi penyerangan tersebut. Pada waktu sahabat Nabi, Salman Al Farisi memberikan saran supaya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam membuat benteng pertahanan berupa parit, usul tersebut diterima oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam membuat benteng pertahanan berupa parit, usul tersebut diterima oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Maka digalilah parit pertahanan tersebut di bawah pimpinan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam sendiri. Peristiwa pengepungan kota Madinah ini terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriah. Peninggalan perang Khandak yang ada sampai sekarang hanyalah berupa lima buah pos yang dulunya berjumlah tujuh, yang menurut sebagian riwayat tempat tersebut adalah bekas pos penjagaan pada peristiwa perang Khandak dan sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah.
sumber: rofiudin23.wordpress.com/
Umrah Budget
www.umrahbudget.com
WA 0813-9306-9163
pin bb 54BF7000
*Menerima pendaftaran umrah ramah budget
**Mencari agen di seluruh Indonesia





0 Response to "Tempat Bersejarah di Madinah"
Post a Comment