Untuk meraih ibadah haji dan umrah yang mabrur dibutuhkan beberapa persiapan, mulai dari aspek spiritual, aspek mental, dan aspek fisik. Aspek spiritual mutlak dijalankan oleh calon jama’ah ibadah haji dan umrah. Mulai dari niat sampai dengan menjalankan rukun ibadah haji dan umrah. Kesiapan aspek spiritual ini didapatkan dari pembekalan oleh pembimbing. Aspek mental yang meliputi kontrol emosi jama’ah perlu dikendalikan juga. Bagi sebagian jama'ah yang tidak terbiasa berkumpul dengan banyak orang dalam satu tempat dan waktu akan membuat emosi bergejolak. Ditambah dengan pengaruh fisik yang kurang baik, misalnya kelelahan yang menyebabkan jama’ah menjadi mudah tersinggung. Karenanya, kontrol spiritual, mental, dan fisik diperlukan agar jama’ah dapat melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan khusyu.
Seperti kita tahu bersama bahwa cuaca di Arab pada siang hari sangat panas dan jika malam sangat dingin, sangat berbeda dengan cuaca di Indonesia. karenanya tubuh perlu beradaptasi dengan lingkungan yang seperti ini. Ditambah, ritual ibadah haji dan umrah menempuh perjalanan yang panjang sehingga badan harus sehat dan bugar. Untuk itu dibutuhkan persiapan fisik sebelum berangkat beribadah haji dan umrah. Latihan fisik lebih baik dimulai dari enam bulan sebelum keberangkatan. Dengan berlatih sebelum keberangkatan akan membuat badan terbiasa melakukan perjalanan yang membutuhkan tenaga ekstra.
Latihan fisik tidak berarti calon jama’ah haji atau umrah melakukan olahraga seperti atlet yang mau bertanding atau melakukan olahraga yang kaku. Latihan yang diperlukan sebelum keberangkatan haji dan umrah bertujuan untuk merenggangkan dan melemaskan otot, seperti jogging. Olahraga yang cukup dan tidak berlebihan adalah olahraga yang menyehatkan. Olahraga juga memakai perasaan, apakah olahraga itu dirasa cukup berat atau terlalu ringan. Tentu saja penentuan porsi latihan harus ditentukan secara objektif, karena latihan yang terlalu ringan tidak akan memberikan efek apa-apa, dan sebaliknya olahraga yang terlalu berat akan merugikan kesehatan. Frekuensi latihan disarankan 3-4 kali seminggu dengan intentitas latihan 30 sampai 40 menit. Selain memperhatikan frekuensi latihan, perhatikan juga factor usia. Jika berusia lanjut atau belum terlatih, sebaiknya calon jama’ah haji dan umrah mulai berlatih dengan berjalan ringan.
Latihan fisik ini baiknya dijalankan secara berjenjang, dari gerakan ringan, sedang, dan gerakan berat. Misalnya lari, sebaiknya dimulai dengan jalan kaki, lari-lari kecil, kemudian disusul lari cepat. Jangan langsung melakukan lari cepat tanpa melakukan pemanasan terdahulu. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Jika fisik seseorang langsung menghadapi medan atau beban berat saat umrah atau haji maka sudah pasti gangguan fisik akan timbul karena tubuh kita belum siap untuk melakukan aktivitas berat. ‘Meloncatnya’ denyut nadi disebabkan adanya gap antara kondisi di tempat asal dengan kondisi di tanah suci yang memiliki perbedaan besar. Apalagi jika sebelumnya para jama’ah haji dan umrah hanya melakukan aktivitas yang tidak membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Mereka akan menghadapi medan berat tanpa ditopang latihan fisik sebelumnya. Ibarat meloncat dari latihan dasar ke tingkat yang lebih tinggi tanpa berlatih terlebih dahulu. Kejadian demikian jelas akan sangat riskan dan membahayakan.
Jenis olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik, usia, dan kemampuan. Bagi yang berusia lanjut disarankan dengan olahraga bertahap. Jangan lupa pula melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan diakhiri dengan pendinginan.
disadur dari media.ikhram.com
Seperti kita tahu bersama bahwa cuaca di Arab pada siang hari sangat panas dan jika malam sangat dingin, sangat berbeda dengan cuaca di Indonesia. karenanya tubuh perlu beradaptasi dengan lingkungan yang seperti ini. Ditambah, ritual ibadah haji dan umrah menempuh perjalanan yang panjang sehingga badan harus sehat dan bugar. Untuk itu dibutuhkan persiapan fisik sebelum berangkat beribadah haji dan umrah. Latihan fisik lebih baik dimulai dari enam bulan sebelum keberangkatan. Dengan berlatih sebelum keberangkatan akan membuat badan terbiasa melakukan perjalanan yang membutuhkan tenaga ekstra.
Latihan fisik tidak berarti calon jama’ah haji atau umrah melakukan olahraga seperti atlet yang mau bertanding atau melakukan olahraga yang kaku. Latihan yang diperlukan sebelum keberangkatan haji dan umrah bertujuan untuk merenggangkan dan melemaskan otot, seperti jogging. Olahraga yang cukup dan tidak berlebihan adalah olahraga yang menyehatkan. Olahraga juga memakai perasaan, apakah olahraga itu dirasa cukup berat atau terlalu ringan. Tentu saja penentuan porsi latihan harus ditentukan secara objektif, karena latihan yang terlalu ringan tidak akan memberikan efek apa-apa, dan sebaliknya olahraga yang terlalu berat akan merugikan kesehatan. Frekuensi latihan disarankan 3-4 kali seminggu dengan intentitas latihan 30 sampai 40 menit. Selain memperhatikan frekuensi latihan, perhatikan juga factor usia. Jika berusia lanjut atau belum terlatih, sebaiknya calon jama’ah haji dan umrah mulai berlatih dengan berjalan ringan.
Latihan fisik ini baiknya dijalankan secara berjenjang, dari gerakan ringan, sedang, dan gerakan berat. Misalnya lari, sebaiknya dimulai dengan jalan kaki, lari-lari kecil, kemudian disusul lari cepat. Jangan langsung melakukan lari cepat tanpa melakukan pemanasan terdahulu. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Jika fisik seseorang langsung menghadapi medan atau beban berat saat umrah atau haji maka sudah pasti gangguan fisik akan timbul karena tubuh kita belum siap untuk melakukan aktivitas berat. ‘Meloncatnya’ denyut nadi disebabkan adanya gap antara kondisi di tempat asal dengan kondisi di tanah suci yang memiliki perbedaan besar. Apalagi jika sebelumnya para jama’ah haji dan umrah hanya melakukan aktivitas yang tidak membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Mereka akan menghadapi medan berat tanpa ditopang latihan fisik sebelumnya. Ibarat meloncat dari latihan dasar ke tingkat yang lebih tinggi tanpa berlatih terlebih dahulu. Kejadian demikian jelas akan sangat riskan dan membahayakan.
Jenis olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik, usia, dan kemampuan. Bagi yang berusia lanjut disarankan dengan olahraga bertahap. Jangan lupa pula melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan diakhiri dengan pendinginan.
disadur dari media.ikhram.com
Umrah Budget
WA 081393069163
Pin BB 54BF7000
WA 081393069163
Pin BB 54BF7000
**Menerima pendaftaran umrah, biaya ramah**
*Mencari mitra dan partner pemasaran online di seluruh Indonesia*
*Mencari mitra dan partner pemasaran online di seluruh Indonesia*

0 Response to "Pentingnya Olah Fisik sebelum Ibadah Haji dan Umrah"
Post a Comment