Jangan pernah kita memiliki persepsi atau pandangan bahwa orang
yang baik, orang yang berilmu, bahkan seorang kiai sekalipun, seorang
ustadz, seorang syeikh, seorang imam tidak ada kesalahan didalam dirinya
(apalagi manusia sejenis kita-kita yaaa). Oleh karena itu Allah
SWT mensyariatkan kepada kita semuanya tentang wajibnya beristighfar,
sebagaimana wajibnya bertaubat kepada Allah SWT.
1) Menghapus dosa
Sesungguhnya didalam hati kita ada cahaya, tetapi pendaran cahaya kita tidak sanggup untuk berpendar karena tertutup oleh dosa, maka supaya hati ini kembali kepada Allah SWT hati ini harus dibersihkan. Salah satu caranya adalah dengan beristighfar.
Sesungguhnya didalam hati kita ada cahaya, tetapi pendaran cahaya kita tidak sanggup untuk berpendar karena tertutup oleh dosa, maka supaya hati ini kembali kepada Allah SWT hati ini harus dibersihkan. Salah satu caranya adalah dengan beristighfar.
2) Membangkitkan semangat beribadah
Imam Ghozhali pernah berpesan begini: ”Apabila tiba-tiba kita gelisah tanpa sebab, makan tidak enak, pening, tiba-tiba muncul kefuthuran, mau baca Al Quran berat, mau sholat malam juga berat, rasanya ingin melakukan kebajikan itu berat sekali. Itu semua tidak lain karena dosa itu sendiri”. Oleh karena itu segeralah beristighfar kepada Allah SWT agar titik-titik hitam itu segera dihapus oleh Allah SWT.
3) Menjadi jalan hilangnya kesulitan/kesempitan dan pintu masuk datangnya rejeki
“Barang siapa yang membiasakan dirinya membaca istighfar, Allah akan melepaskannya daripada segala macam kesempitan dan terlepas daripada setiap kesusahan dan Allah memberi rezeki kepadanya dengan tidak disangka-sangka.” (HR Imam Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)
4) Bertambahnya kekuatan & tegaknya kejayaan
“Dan (Hud berkata), wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya dia akan menurunkan hujan yang sangat deras, Allah akan menambah kekuatan diatas kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa”(QS.Hud:52).
Agar istighfar diterima, ada rukun-rukun nya:
1) Mengakui dosa itu dengan cara memperbaiki diri, jadi nggak cuma ngaku secara lisan aja.
2) Punya tekad (azzam) dengan penuh penyesalan untuk tidak akan mengulanginya lagi.
3) Melepaskan diri dari sarana/komunitas yang menjadinya melakukan dosa (kesalahan).
Terinspirasi dari materi Kajian Ustadz Sholihun

0 Response to "Keutamaan Istighfar"
Post a Comment